Ketika kau marah dan cemburu Kau kelihatan begitu tampan Walau kadang mengesalkan Kau s’lalu bertanya Dan penuh curiga Kutahu kau takut kehilanganku
Begitupun aku Maafkan yang s’lalu kasar marah padamu Meski tak lagi ada kata cinta terucap Sekedar basa-basi Tapi hatiku masih milikmu Milikmu
Cemburu tanda cinta Marah tandanya sayang Kalau curiga Itu karena kutakut kehilangan Kalau dekat bertengkar Kalau jauh kurindu
Jadi serba salah Buatku dilema Tapi ku s’lalu aishiteru
Mengapa kau marah tanpa alasan Yang jelas aku tak mengerti Angkuh dan egois Acuh tak acuh padaku Seakan tak peduli padahal kau Butuh perhatianku
