Karya musik bertajuk Gila Bayang yang dibawakan oleh penyanyi Ammar Haikal serta diciptakan oleh kolaborasi Naim Daniel, Adib Hamdi, dan Amir Firdaus, secara naratif mengangkat tema fenomena psikologis pasca-patah hati yang dikemas dalam bentuk “cinta monyet” atau romansa masa muda. Secara substantif, latar belakang cerita dalam lagu bergenre synth-pop ini menyoroti dampak emosional yang dialami seseorang akibat ekspektasi hubungan yang sepihak dan kegagalan dalam bersaing mendapatkan perhatian pasangannya karena kehadiran orang ketiga. Frasa “gila bayang” itu sendiri berfungsi sebagai metafora filosofis yang merepresentasikan kondisi obsesi obsesif, di mana hilangnya kendali atas realitas keseharian—seperti gangguan tidur dan hilangnya nafsu makan—terjadi akibat terus-menerus terperangkap dalam bayang-bayang semu dari harapan cinta yang tidak kesampaian.
Lirik Gila Bayang - Ammar Haikal
Verse Deru angin malam itu Menyapa lembut hadirnya Ku jadi saksi cantikmu Nawaitu cinta ini membara
Pre Chorus Tak ‘ku sangka Ku bukan satu-satunya kumbang malam itu Ada yang cuba menuai madumu Lalu aku dipinggirkan sendiri di taman
Chorus Hancur sudah Impian ‘tuk berdua Yang ‘ku bina Mahligai yang dicita Tak bermakna
Tidur malam ‘ku tak lena Makan minum pun tak kenyang Kau membuat aku jadi gila bayang
Post Chorus Tidur malam tak lena Makan minum pun tak kenyang Kau buat aku jadi gila bayang
Bridge Gila bayang Ku gila bayang Ku gila bayang Ku gila gila gila gila bayang
Pre Chorus Tak ‘ku sangka Ku bukan satu-satunya kumbang malam itu Ada yang cuba menuai madumu Lalu aku dipinggirkan sendiri di taman
Chorus Hancur sudah Impian ‘tuk berdua Yang ‘ku bina Mahligai yang dicita Tak bermakna
Tidur malam ‘ku tak lena Makan minum pun tak kenyang Kau membuat aku jadi gila bayang
Post Chorus Tidur malam tak lena Makan minum pun tak kenyang Kau buat aku jadi gila bayang