Lirik Lagu Melayu dengan judul Aku Hanya Seniman yang dinyanyikan dan diciptakan oleh Faisal Asahan dengan irama musik Pop.
“mengapa cinta engkau tinggalkan padaku yang hanyalah seorang seniman” itulah cuplikan dari lirik lagu Aku Hanya Seniman - Faisal Asahan.
Situs bestliriklagu.com tidak menyediakan chord dasar / kunci gitar / Mp3 lagu Aku Hanya Seniman ini. Halaman ini hanya menuliskan syair / liriknya saja. Berikut dibawah ini lyrics lengkapnya. Semoga lagu ini dapat menghibur anda.
Title : Aku Hanya Seniman Artist : Faisal Asahan Songwriter : Faisal Asahan Category : Lagu Pop Melayu
Lirik Aku Hanya Seniman - Faisal Asahan
Di perjalanan ku rasa kerinduan Mencari bayanganmu ku kehilangan Berkali salahmu selalu aku maafkan Bertahun sanggup ku pertahankan
Kemana hilang sumpah janji setia Tak pernah ku menyangka engkau berubah Kau pergi disaat ku sayang sayang padamu Tak mampu suaraku menahanmu
Mengapa cinta engkau tinggalkan Padaku yang hanyalah seorang seniman Mengapa baru kini kau banding bandingkan dia dengan diriku
Tak mungkin lagi kita bersama Kan seperti dahulu bercerita Kau pandai berdusta dan seakan aku yang bersalah
Sumpah yang mana lagi kau dustakan Janji yang mana lagi kau berikan Benarlah kata orang Di keramaian ku rasa kesunyian
Mengapa cinta engkau tinggalkan Padaku yang hanyalah seorang seniman Mengapa baru kini kau banding bandingkan dia dengan diriku
Mengapa cinta engkau tinggalkan Cincin ku berikan kau pulangkan Kau hancurkan istanaku bagai pasir di tepi pantai
Tak mungkin lagi kita bersama Kan seperti dahulu bercerita Kau pandai berdusta dan seakan aku yang bersalah
Sumpah yang mana lagi kau dustakan Janji yang mana lagi kau berikan Benarlah kata orang Di keramaian ku rasa kesunyian
Benarlah kata orang Di keramaian ku rasa kesunyian Hoo oo kesunyian

Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan lirik dan lain sebagainya. Terimakasih atas kunjungan Anda yang telah membaca Lirik Lagu Faisal Asahan - Aku Hanya Seniman. Silahkan bagikan juga ke teman anda.
Baca Juga: Lirik Lagu Cut Rani - Inikah Saatnya