Lagu Masih Ana Cinta karya ciptaan Lee Hien yang dibawakan oleh Shesin Sazmita merupakan salah satu repetoar musik tarling yang secara mendalam merefleksikan dinamika asmara, keteguhan rasa, dan konflik batin dalam relasi manusia. Secara filosofis, latar belakang cerita dalam lagu berbahasa Jawa dialek Cirebon-Indramayu ini menyoroti sisa-sisa keterikatan emosional dan harapan yang masih bertahan di tengah keretakan hubungan atau situasi pelik yang menghadang pasangan kekasih. Karakteristik lirik gubahan Lee Hien mengeksplorasi dualisme psikologis antara logika untuk melepaskan diri dan desakan emosi yang menegaskan bahwa perasaan cinta itu sesungguhnya belum sepenuhnya padam. Melalui aransemen khas tarling dangdut yang mendayu namun memiliki ritme ketukan yang tegas, karya ini tidak sekadar berfungsi sebagai media hiburan melankolis, melainkan menjadi representasi sosiologis masyarakat pesisir Pantura dalam mengekspresikan kerentanan perasaan, kepasrahan, sekaligus ketahanan mental saat menghadapi ujian komitmen.
Lirik Masih Ana Cinta - Shesin Sazmita
Seumpamane takdir bisa di pilih Pengen kelakon bisa dadi siji Karo wong lanang sing tek demeni Tapi kien kakang wis due rabi
Lamonan rasa demen bisa di cegah Mungkin sekien bli bakal kenal sira Segampang kien sun naroh cinta Yen akhire cuma nyangga lara
Rasa demen mung tek pendem Rasa sayang durung ilang Tek coba luruh gantine Tapi langka sing kaya deweke
Masih ana sisa cinta Durung luntur durung robah Duh gusti tulung apusen Lamon kita wis ora bisa bareng
Demene bli bisa mari Rasa pegel ning ati Demeni wong lanang sing due rabi