Bukan kali pertama Kau buta karena jatuh cinta Sudah biasa
Tapi katamu ini beda Dia lain dari yang sebelum-belumnya Kau abaikan semua
Ku tersenyum saja Tunggu saja kan datang waktunya
Dari pertama kubilang kan? Sudah lebih baik kau tinggalkan Yang kau agungkan Kau dewakan Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan Kau menangis semalaman Hingga terang datang Ya kan, benar, apa ku bilang?
Sampai kering bibir berkata Apa tak kau lihat yang sebelum belumnya Kau acuhkan pertanda
Ku tersenyum saja Lalu kubilang tunggu tanggal mainnya
Dari pertama kubilang kan? Sudah lebih baik kau tinggalkan Yang kau agungkan Kau dewakan Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan Kau menangis semalaman Hingga terang datang Ya kan, benar, apa ku bilang?
Ku tau jatuh cinta memang indah Tapi cukup beri hatimu alakadarnya Jangan berlebihan Semua kau berikan Menangis kau belakangan
Sekarang kena batunya kan Kau menangis semalaman hingga terang Ya kan, benar, apa ku bilang?
Dari pertama kubilang kan? Sudah lebih baik kau tinggalkan Yang kau agungkan Kau dewakan Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan Kau menangis semalaman Hingga terang datang Ya kan, benar, apa ku bilang?
Sungguh tak pernah salah Dia memang bendera merah Sekarang sudah kepalang Kan sudah kubilang
Tak perlu tanya orang pintar Dari dulu kelihatan Ya kan, benar, apa ku bilang?
