Karya musik berjudul “Mutiara” yang dibawakan oleh Ndarboy Genk bersama Shepin Misa menyajikan eksplorasi musikal baru melalui adaptasi corak musik Melayu yang dipadukan dengan cengkok khas pop Jawa. Secara filosofis, narasi lagu ini merefleksikan analogi mutiara sebagai representasi dari sesuatu yang berharga, murni, dan penuh perjuangan dalam sebuah hubungan asmara, namun harus berhadapan dengan realitas konflik emosional yang mendalam. Kolaborasi ini tidak sekadar menjadi ajang eksperimen genre bagi Ndarboy Genk yang biasa dikenal dengan kelantangan lagu bertema patah hati, tetapi juga menjadi medium pembuktian estetika vokal kedua penyanyi dalam menyampaikan pesan tentang keteguhan hati, batas pengorbanan, dan penerimaan atas dinamika komitmen yang kompleks.
Engkaukah mutiara itu Rela kuselami di laut biru Tingkahmu bagai purnama Paras bertaburkan cahaya
Mantra apakah yang kau berikan Sehingga bayangmu menghantui Selalu terbayang angan Di setiap mimpi malam Selalu terbayang angan Menjadi igauan
Dari ujung kuku Hingga ujung rambutku Mengapa di hati ini lain terasa Meski ku tak kenal Siapa namamu Sungguh damai hati ini bila bersama
Chorus (Reff): Adakah kenyamanan di hatimu Di saat kau melirik dan memandangku Adakah serat rasa cinta fatamorgana Sepercik ketukan jiwa
Ilusi apakah yang telah kuraih Senyum manis khayalan yang tak pasti Terkadang engkau datang Sekejap hilang lagi Bagaikan mimpi di siang hari
Hanya bunga mimpi Penghibur diri