Lagu “Ngelabur Langit” yang dibawakan kembali oleh Ajeng Febria merupakan karya musik berbahasa Jawa Banyuwangan yang membawa metafora filosofis tentang kesia-siaan dalam hubungan asmara. Secara harfiah, “ngelabur langit” berarti mengecat atau melabur langit, sebuah tindakan mustahil yang berpadu dengan analogi “nabur uyah nong segoro” (menabur garam di laut) dan “manasi geni” (memanaskan api). Melalui liriknya, lagu ini mengisahkan latar belakang penderitaan batin seseorang yang memberikan cinta tanpa batas kepada pasangan yang tidak acuh dan justru terus mencari orang lain. Hubungan yang timpang tersebut digambarkan seperti bunyi kendang yang ditabuh selisih atau tidak selaras, sehingga secara keseluruhan, karya ini menjadi kritik realitas atas tindakan mengorbankan perasaan demi mempertahankan komitmen yang sudah tidak memiliki masa depan.
Nabur uyah nong segoro
Sing ono artine paran paran
Podo koyo ngelabur langit
Manasi geni
Yo sing ono lekas putuse
Koyo welas sun iki
Nong riko nono putus putuse
Tapi koyo dene kendang ditabut selisih
Welas isun sing riko gape
Wis uwis uwis
Dinggo paran ngrageni manuk miber
Nong kene isun
Duwe segudang welas duwe segudang asih
Dinggo paran magih golet liyane
Tentang
- Judul
- Ngelabur Langit - Ajeng Febria
- Artis
- Ajeng Febria
- Pencipta Lagu
- Koming
- Nama Channel
- Mega Record Official
- Alamat Channel
- https://www.youtube.com/@megarecordofficial
- Alamat Video
- https://www.youtube.com/watch?v=EIxeN5DQyT4
- Durasi Video
- 5.21
- Tanggal Publikasi Video
- 17 Maret 2026
- Dokumentasi Teks Oleh
- Best Lirik Lagu