Karya musik berjudul Muara Hati yang dibawakan oleh Laila Ayu dan diciptakan oleh komposer Nurbayan membawa latar belakang cerita tentang fase akhir dari perjalanan emosional seseorang dalam mencari kedamaian batin. Secara filosofis, kata “muara” dalam lagu ini tidak sekadar merujuk pada tempat pertemuan arus air, melainkan diposisikan sebagai simbol titik pemberhentian terakhir dari segala pergolakan rasa, kesedihan, dan pencarian cinta yang melelahkan. Melalui struktur narasi yang lugas, lagu ini menggambarkan sebuah refleksi mendalam mengenai penerimaan diri dan kepasrahan, di mana hati yang sempat terombang-ambing oleh ketidakpastian akhirnya menemukan ketetapan dan pelabuhan sejatinya.
Tanpa dirimu
‘Ku bagai perahu kayu
Yang terombang-ambing di tengah
Laut biru
Lajuku hilang
Terhempas arus gelombang
Karena kini
Kau tak di sisiku sayang
Tanpa dayung ‘ku mencoba
Arungi samudera
Hanya ‘tuk mencari dimana kini berada
Sekian lama ‘ku nanti
Tiada kabar kau beri
Menunggumu, aku masih disini
Wahai sang Bayu
Kabarkan padanya
‘Ku rindu belai sayang
Kasih mesra
Perahu kayu
Kemana nahkodaku?
Tanpanya kehampaan yang ‘ku rasa
Masih adakah aku di
Muara hatimu kasih?
Disini ‘ku disini
Menantimu di pelabuhan rindu
Tentang
- Judul
- Muara Hati - Laila Ayu
- Artis
- Laila Ayu
- Pencipta Lagu
- Nurbayan
- Nama Channel
- MAHESA Official
- Alamat Channel
- https://www.youtube.com/@mahesamusicofficial
- Alamat Video
- https://www.youtube.com/watch?v=SR6IPNlxcZM
- Durasi Video
- 8.22
- Tanggal Publikasi Video
- 6 Agustus 2026
- Bahasa/Genre
- Dangdut
- Dokumentasi Teks Oleh
- Best Lirik Lagu